×

Puisi Eross

Puisi Eross

selamat tinggal, sayang …
tanggal di tahun ini sudah usai
seperti pagi yang ditutup kabut sungai

malam ini, kita diminta untuk melepaskan
di negeri yang tak pernah benar-benar pulih

bencana datang bertubi-tubi
membuat tanah jinak
namun tetap dipijak

air datang dari hulu
membawa lumpur, kayu, dan ingatan
tentang hutan yang pelan-pelan diratakan

sejak satu musim, hari dijaga agar tidak longsor
memadatkan langkah seperti tanah
yang berkali-kali dihantam hujan.

perjalanan berulang
hingga tubuh tak lagi mendengar
bunyi retak di bawahnya
barangkali begitulah seharusnya
agar tanah tetap di tempatnya

alam selalu saja usil
memanggil angin kering dari ladang kosong
matahari yang memerah di atas rumah
dan hutan yang tinggal nama di peta dunia

manusia di sini serupa pokok
yang akarnya terpotong
dan diminta menahan angin

menjelang akhir tahun ini
sebuah batu tak sanggup dipikul;
ia terlepas dari bahu, kepalanya sunyi
serupa telaga setelah hujan reda

mungkin waktu bukanlah sungai yang menyembuhkan
ia hanya mengikis sudut-sudut tajam
hingga luka tak lagi berdarah

senja berpendar
menutup dunia setelah matahari penuh
dan bayangan kembali pada lintasannya sendiri

ada yang ditahan seperti napas di bawah air
ada jeda seperti daun yang berguguran

lihatlah, di kejauhan sana
cahaya kota naik sebentar ke langit
lalu padam sebelum sampai
di tempat kita berdiri

luka di tahun ini sudah cukup, sayang …
yang berikutnya biarkan datang pelan
menjelma musim tanpa janji apa-apa
kecuali bertahan sebagai manusia

2025

Maulana Malik Ibrahim (Eross) adalah penulis dan pembaca puisi yang mengolah puisi sebagai medium refleksi sosial, ekologis, dan kemanusiaan, sembari tetap konsisten berkarya di sela aktivitasnya sebagai pekerja lapangan.
Karyanya terbit dalam buku puisi digital dan berbagai antologi bersama, termasuk Antologi Puisi Penyair Indonesia, Singapura, dan Turki (2025), serta mencatatkan capaian dalam ajang lomba sastra lintas wilayah sepanjang 2021–2024.
Ia juga merupakan salah satu Founder Komunitas Literasi Puisi (2018–2021) yang mendapat dukungan RRI Pro 2 Jakarta.

Post Comment