PUISI KATAHATI MALA
TANGIS TINTA
Di Negara miniatur,
Nyawa anak di hitung sebagai angka anggaran
Demi buku dan pena, masa depan tak kunjung sampai di tangan
Pendidikan dielu-elukan dalam mimbar pidato,
Di pamerkan sebagai lencana keberhasilan
Nyatanya, suara itu memudar di ruang sunyi
Kalimat di janjikan, kini hanya nestapa panjang
Oleh mereka yang jauh dari pelukan negara
Ia kini luruh dalam getir,
Di bawah teduh yang memilih diam
Rindang pohon sebagai saksi tanpa suara
Wajahnya meratap pilu,
Terjerat oleh keserahakan pejabat miniatur
Napas yang seharusnya menjadi masa depan bangsa
Padam sebelum sempat bernama
Yang tersisa hanya tangis yang mengering bernama – tinta
katahati Mala
Sidoarjo, 4 februari 2026



Post Comment