×

Puisi Yustia Kusmarlina

Puisi Yustia Kusmarlina

AKU KARANG DAN KAU BADAI SELATAN


Dulu aku dipatahkan hingga habis
Perpisahan getir, penghianatan yang sadis
Membiarkanku tergeletak, patah
Dan hampir tak bernyawa di sudut sunyi yang dingin
Tujuh tahun kubiarkan membeku,
Kubangun tembok luka yang membatu
Tanpa harap kepada siapa
Tanpa cinta, tanpa pintu terbuka untuk ditemukan
Lalu kau hadir
Seperti malaikat yang datang tanpa suara,
Seperti pelarian neraka yang kukira bisa jadi rumah sementara
Senyum yang terlalu manis untuk jadi nyata,
Kau berbisik halus, “Cinta kamu sangat manis”
Dan sialnya… aku percaya!
Kau mengelus luka yang masih berdenyut
Menyentuhnya lembut sampai aku lupa rasanya takut
Menggenggam seolah tak akan lepas,
Seolah datang menyembuhkan,
Bukan menghabisi tanpa belas
Aku jatuh, keras, tanpa pegangan apa-apa
Menyerahkan bagian diriku yang paling rapuh,
Bagian yang tujuh tahun terkubur
Agar tak terjamah siapa
Rupanya kau bukan penyembuh,
Algojo yang menyamar jadi pelukan
Pembunuh yang menyelinap lewat aksara manis
Penipu yang tahu tepat di mana aku retak
Dan memilih menekan lebih keras!
Bukan sekadar dusta
Itu penghianatan yang ditancapkan perlahan
Diputar pelan
Dan dilepaskan hanya setelah kau yakin aku tak bisa berdiri lagi
Lebih brutal, lebih sadis, lebih menginjak harga diri yang coba kupelihara
Dibawanya aku ke puncak yang tak pernah kuminta
Hanya untuk mendorongku jatuh
Lebih dalam dari sebelumnya
Bagiamana bisa seseorang yang berkata cinta nya “manis”
Meninggalkan pahit yang tak tertelan bahkan oleh waktu?
Bagaimana bisa seseorang yang memohon agar aku percaya,
Menjadi alasan aku kembali memusuhi cinta?
Jika aku berdiri lagi, bukan karena kau!
Tapi karena aku tak mau mati dua kali oleh dusta yang sama
Lukamu dalam
Aku tak akan selamanya tenggelam
Kau berhasil menghancurkanku,
Tapi tidak berhasil menghapusku
Dan meski kau membawa badai ganas, aku tetap hidup Tak akan lagi tersentuh oleh manis palsu sepertimu
Cinere, 17 November 2025
Di saat hujan di bulan November

Post Comment