×

Puisi Riyan Ibayana

Puisi Riyan Ibayana

DEKADE SUNYI
-Mengenang Almarhum Wan Anwar

Mencerna kembali putaran jam yang lebih tajam menghujam
Kelir nasib yang telah melayarkanmu ke utara, ke ruang lain yang tak tersentuh getar
Dalam pusaran deru yang menayangkan lumbung kisah samar
Di geladak kapal, kenangan masih mengepal
Bau amis sisa ikan serta keringat para nelayan
Menambah sunyi pada dekade yang terlewati

Kutahu, senja telah selesai kau taklukan, dan tak ada yang sia-sia dari kepergian
Hari-hari sudah lewat, jarak dan luka telah khatam dilipat musim

Mencerna kembali putaran jam yang lebih tajam menghujam
Menengok ke belakang, saat tangan tak mampu melahirkan perkenalan
Aku dan kamu sama-sama asing seperti pulau yang bersitatap dengan langit
Samudera yang tak menemukan tepian, mustahil untuk saling menziarahi.

Kutahu, senja telah selesai kau taklukan, dan tak ada yang sia-sia dari kepergian.
Kasidah-kasidah tak lagi terngiang, laut dan kata tak lagi saling mengikat
Tak ada lagi yang bertamu ke kamar sunyimu.
Kau telah pulang ke utara
Ya ke utara.

2019

KEPADA ANNA CHAPMAN

kita berbahasa lewat rahasia

lewat matamu, seluk-beluk lubuk terlihat
lika-liku langkah yang kerap membangunkan bahaya
saat terjaga
raga waspada
dalam lelap
kerlingmu selalu sigap

lewat matamu, berlembar-lembar kabar tergambar
sisi-sisi informasi
kalu lesatkan ke jauh
ke timur.

rahasia di balik rahasia
terbuka di meja rahasia

2016

UPACARA MEMBAKAR KENANGAN

  • Performance Art Komet Rodenroro

layar pada dinding ruangan
menayangkan potongan hitam putih perjalanan
perjuangan hingga pemakaman
kau nyalakan beberapa lilin dan obat nyamuk
kemudian kau letakan di atas bata merah, yang telah disusun sebelumnya
seperti menata kisah lalu

foto-foto lawas terpajang di sebuah palang merah
doa dan puisi menggema
kau siramkan cairan bensin ke atasnya, lalu membakarnya
kidung-kidung perpisahan dilantunkan
gerak tubuh seperti melafalkan kalimat selamat tinggal
duka yang menggumpal lebih dari dua belas purnama, melarung bersama bunga
yang ditabur oleh puluhan pasang mata

kau ajak mereka tenggelam
dalam upacara membakar kenangan

2020

Post Comment