×

Puisi Morfologi

Puisi Morfologi

NEGERIKU NUSANTARAKU

Di timur Indonesia termaktub sajak Bhinekatunggal ika
Pancasila terpatri lewat timangan hati nurani bangsa.

Seribu serdadu tak gentar kautumbangkan Dengan sebilah bambu runcing di tangan
Darah dan nyawa menyatu berkalang tanah impian Demi merah putih tetap berkibar menembu sawan.

Nyanyian nasionalisasi Menuju gerbang mimpi
Mengalir bersama air susu ibu Pertiwi Menghujam darah pemuda pemudi.

Namun, burung garuda patah sayapnya Angin kibasannya hanya terasa di ibukota
Padahal terbang dan hinggap pada tiap ranting nusantara
Cengkramannya ada pada penguasa dibalik kebijakannya.

Dan kini Ibu Pertiwi seolah menjadi ibutiri Kering sudah darah pejuang negeri
Para leluhur,para tetua di timur Indonesia hanya jadi bahan cerita Lambat laun kini telah sirna.

Saling menuding,ingkar Janji jumawa Telaga sumpah serapah nestapa_
Jeritan rakyat menggema,mereka terluka
Namun penguasa tetap bungkam,bisu,tuli, butamata hatinya.

Hai Rakyat Indonesia! Mendo’alah kelangit Matahari telah terbit
DanKau Garuda janganlah bertengger pada dahan yang sempit.

Lihatlah cakrawala di ujung sana
Langit biru masih menanti nyanyian-nyanyian harapan kita Burung-burung kecil bersatu menguatkan sang Garuda Sayapnya tumbuh kembali, mengibarkan cita-cita.

Semangat leluhur tak kan pernah luntur
Membara dalam sanubari anak-anak bangsa yang siap meluncur

Melawan kelam, memeluk terang, merajut mimpi Menyulam merah dan putih dalam harmoni negeri.

Wahai Nusantara!,bangkitlah dari luka Jadikan setiap nestapa pelajaran berharga Kita adalah pemilik takdir negeri ini Dengan iman,tekad,kitakan terus berdiri.

BandarLampung,April2025

Post Comment